🩺
Station 5 • 15 Menit
Pemeriksaan Saraf Kranial (N. VII) & Tatalaksana Bell's Palsy Akut
Ujian OSCE dilakukan dalam **Mode Layar Penuh (Fullscreen)** untuk menjaga integritas dan suasana ujian stase klinis.
⚠️
Aturan Integritas Stase:
- Dilarang keluar dari mode layar penuh selama simulasi stase berlangsung.
- Dilarang membuka tab lain atau berpindah aplikasi.
- Jika keluar dari layar penuh, stase akan **otomatis dihentikan & dikumpulkan**.
🩺
Station 5
Gizi & Stunting
Pemeriksaan Saraf Kranial (N. VII) & Tatalaksana Bell's Palsy Akut
Sisa Waktu Stase
15:00
Skor Sementara
0%
🔔
Peringatan Waktu: Tersisa kurang dari 2 menit! Segera selesaikan manuver klinis dan checklist rubrik.
Waktu Kritis
📋
Koasistensi & UKMPPD
Lembar Instruksi Peserta / Kandidat
SKENARIO KASUS:
Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan wajah sisi kanan mencong dan mata kanan sulit dipejamkan sejak bangun tidur pagi ini.
TUGAS KANDIDAT:
- Lakukan anamnesis terarah (onset, riwayat terpapar angin/AC, gejala sensorik pengecapan, nyeri retroaurikular, dan faktor risiko stroke).
- Lakukan pemeriksaan saraf kranial VII (Fasialis) motorik dan sensorik serta pemeriksaan neurologis dasar untuk menyingkirkan lesi UMN (stroke).
- Tegakkan diagnosis klinis, topis, dan etiologi.
- Rencanakan tatalaksana farmakoterapi (Kortikosteroid) dan proteksi mata / kornea.
- Berikan edukasi prognosis, latihan fisioterapi wajah, dan cara merawat mata.
Setting Klinis
Poliklinik Saraf / Poli Rawat Jalan
Durasi Ujian
15 Menit
Passing Score
75% Minimal
🎭
Role Play SP
Panduan Skrip Pasien Standar (Simulated Patient)
IDENTITAS PASIEN STANDAR:
- Nama: Nn. Dinda (28 tahun, Karyawan Swasta).
- Keluhan: Wajah sebelah kanan terasa baal/kaku, bibir mencong ke kiri saat tersenyum, air minum tumpah dari sudut bibir kanan, mata kanan berair dan tidak bisa merem rapat.
- Riwayat Sebelum Sakit: Mengendarai sepeda motor malam hari tanpa helm tertutup (full face) 2 hari lalu.
- Kekhawatiran: Pasien sangat cemas dan takut terserang stroke di usia muda.
- Riwayat Lain: Tidak ada riwayat kelemahan tangan/kaki, bicara tidak pelo/pelo hanya karena bibir mencong.
👨⚕️
Penguji
Panduan Penguji & Temuan Klinis (Examiner Sheet)
PETUNJUK PENGUJI:
- Pemeriksaan Motorik N. VII Kanan:
- Mengangkat alis / mengerutkan dahi: Kerutan dahi kanan mendatar/hilang.
- Menutup mata rapat: Mata kanan tidak bisa menutup sempurna (lagophthalmos), tampak bola mata berputar ke atas (Bell's phenomenon +).
- Meringis / memperlihatkan gigi: Sudut mulut kanan tertinggal, tertarik ke arah kiri.
- Menggembungkan pipi: Udara bocor dari sudut bibir kanan.
- Pemeriksaan Ekstremitas: Kekuatan motorik 5/5 di keempat ekstremitas, refleks fisiologis normal, Babinski (-/-).
- Diagnosis: Bell's Palsy Dekstra (Parese N. VII Perifer Idiopatik Akut).
- Terapi: Prednison oral 60 mg/hari (1 mg/kgBB) selama 5 hari lalu tappering off total 10 hari; Tetes mata buatan (Artificial tears) tiap 2-4 jam di siang hari dan salep mata + penutup mata (eye patch) saat tidur malam.
🩺
Setting Ruangan & Peralatan Medis
- Pasien Standar terlatih mensimulasikan paresis fasialis perifer kanan
- Palu refleks, Penlight, Spatula lidah
- Larutan rasa pengecapan (Gula, Garam)
- Obat simulasi: Prednison tab 5mg, Tetes mata Methylcellulose, Salep mata antibiotik/lubricant
💡
Tips Dokter
Clinical Pearls dr. Tri Waliyuddin Afif
Clinical Pearls oleh dr. Tri Waliyuddin Afif:
- Kunci Pembeda Utama UMN vs LMN: Pada lesi LMN (Bell's Palsy), dahi tidak bisa berkerut. Pada stroke (UMN), kerutan dahi masih simetris karena inervasi bilateral korteks.
- Proteksi Kornea adalah Nyawa: Komplikasi paling berbahaya dari Bell's palsy adalah exposure keratitis dan ulkus kornea akibat lagophthalmos. Jangan pernah lupa meresepkan artificial tears dan penutup mata!