🩺
Station 8 • 15 Menit

Wawancara Psikiatri, Penegakan Diagnosis & Manajemen Depresi Mayor Berat

Ujian OSCE dilakukan dalam **Mode Layar Penuh (Fullscreen)** untuk menjaga integritas dan suasana ujian stase klinis.

⚠️ Aturan Integritas Stase:
  • Dilarang keluar dari mode layar penuh selama simulasi stase berlangsung.
  • Dilarang membuka tab lain atau berpindah aplikasi.
  • Jika keluar dari layar penuh, stase akan **otomatis dihentikan & dikumpulkan**.
🩺
Station 8 Gizi & Stunting

Wawancara Psikiatri, Penegakan Diagnosis & Manajemen Depresi Mayor Berat

Sisa Waktu Stase 15:00
Skor Sementara
0%
🔔 Peringatan Waktu: Tersisa kurang dari 2 menit! Segera selesaikan manuver klinis dan checklist rubrik.
Waktu Kritis
📋

Lembar Instruksi Peserta / Kandidat

Dokter Layanan Primer & UKMPPD

SKENARIO KASUS:

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dibawa oleh kakak kandungnya ke poliklinik karena mengurung diri di kamar selama 1 bulan terakhir, berhenti bekerja, tidak mau makan, dan kemarin ditemukan menulis surat perpisahan.

TUGAS KANDIDAT:

  1. Lakukan wawancara psikiatri dan status mental dengan teknik empati tanpa menghakimi (non-judgmental).
  2. Eksplorasi gejala utama (trias depresi) dan gejala tambahan berdasarkan kriteria PPDGJ-III / DSM-5.
  3. Lakukan skrining eksplisit dan penilaian risiko bunuh diri (suicide risk assessment) secara aman.
  4. Tegakkan diagnosis aksis multiaksial (F32.2 Episode Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik).
  5. Rencanakan tatalaksana farmakoterapi lini pertama (SSRI) dan rencana keselamatan pasien (safety plan).
Setting Klinis Poliklinik Rawat Jalan / Ruang Konseling
Durasi Ujian 15 Menit
Passing Score 75% Minimal
🎭

Panduan Skrip Pasien Standar (Simulated Patient)

Role Play SP

IDENTITAS PASIEN STANDAR:

  • Nama: Sdr. Dimas (26 tahun, Mantan Karyawan Pabrik).
  • Penampilan & Perilaku: Duduk membungkuk, pandangan menunduk ke lantai, kontak mata sangat minim, pakaian lusuh tidak terawat, bicara dengan volume sangat pelan dan lambat (psychomotor retardation).
  • Keluhan: Merasa hampa, sedih mendalam setiap hari, tidak bisa menikmati hal yang dulu disukai (anhedonia), merasa menjadi beban keluarga setelah di-PHK 2 bulan lalu.
  • Tidur & Makan: Terbangun jam 3 pagi dan tidak bisa tidur lagi (early morning awakening), berat badan turun 6 kg dalam 1 bulan.
  • Pikiran Bunuh Diri: Jika dokter bertanya secara eksplisit dan empatik: Mengakui sering terpikir mengakhiri hidup dengan minum racun serangga yang sudah dibeli dan ditaruh di bawah kasur.
👨‍⚕️

Panduan Penguji & Temuan Klinis (Examiner Sheet)

Penguji

PETUNJUK PENGUJI:

  • Evaluasi Status Mental:
    • Afek: Depresif, hipotimik, serasi.
    • Arus Pikir: Koheren, lambat (retardasi psikomotor).
    • Isi Pikir: Ide rasa bersalah berlebihan (worthlessness), ide bunuh diri aktif (+), waham nihilistik/bizarre (-).
    • Persepsi: Halusinasi auditorik (-).
    • Tilikan: Derajat 4-5 (menyadari dirinya sakit dan butuh bantuan).
  • Diagnosis: F32.2 Episode Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik dengan Risiko Bunuh Diri Tinggi.
  • Tatalaksana Emas: Fluoxetine 20 mg/hari (atau Sertraline 50 mg/hari), Safety Planning (keluarga mengamankan racun serangga/benda tajam, tidak meninggalkan pasien sendirian), rujukan psikiater jika risiko suisid mendesak.
🩺

Setting Ruangan & Peralatan Medis

  • Pasien Standar terlatih mensimulasikan depresi berat dengan retardasi psikomotor
  • Meja wawancara konseling tenang
  • Kuesioner skrining depresi PHQ-9 & Skala C-SSRS (Columbia Suicide Severity Rating Scale)
💡

Clinical Pearls dr. Tri Waliyuddin Afif

Tips Dokter

Clinical Pearls oleh dr. Tri Waliyuddin Afif:

  1. Mitos Menanyakan Bunuh Diri: Jangan pernah takut menanyakan bunuh diri! Menanyakan ide bunuh diri secara lugas dan hangat TIDAK AKAN memicu pasien melakukannya, justru memberikan ruang katarsis yang menyelamatkan nyawa.
  2. Kepatuhan Obat Antidepresan: Selalu edukasi pasien bahwa obat SSRI membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk mulai memberikan efek perbaikan klinis.
Mode Evaluasi:
📝

Lembar Checklist Rubrik Penilaian

6. Komunikasi & Edukasi Pasien 1 Langkah

Membangun Komunikasi Terapeutik & Rapport Empatik

Menunjukkan empati, mendengarkan aktif, tidak menghakimi (*non-judgmental*), dan menciptakan suasana aman bagi pasien untuk bercerita.

Bobot 3x
1. Anamnesis & Komunikasi 2 Langkah

Eksplorasi Gejala Utama (Trias Depresi) & Gejala Tambahan PPDGJ

Menggali trias: afek depresif, kehilangan minat/anhedonia, mudah lelah/anenergi >2 minggu; serta gejala tidur, makan, konsentrasi, dan rasa bersalah.

Bobot 4x

Skrining Eksplisit & Penilaian Risiko Bunuh Diri (Suicide Risk Assessment)

Menanyakan secara terarah ide kematian pasif, rencana aktif bunuh diri (*intent & plan*), ketersediaan alat (racun), dan faktor protektif.

Bobot 4x
4. Penegakan Diagnosis & DDx 1 Langkah

Penetapan Diagnosis Gangguan Depresi Berat (F32.2)

Menyampaikan diagnosis F32.2 Episode Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik dengan risiko bunuh diri tinggi.

Bobot 3x
5. Tatalaksana & Tindakan Klinis 1 Langkah

Perencanaan Terapi SSRI & Safety Planning Penyelamatan Nyawa

Meresepkan Fluoxetine 20 mg/Sertraline 50 mg, melibatkan keluarga untuk mengamankan racun, pengawasan 24 jam, dan edukasi efek obat 2-4 pekan.

Bobot 4x

🌟 Skala Performa Global (Global Rating Scale)

Kesan umum profesionalisme dan kompetensi klinis kandidat secara menyeluruh.

← Keluar Stase
App Icon

Pasang Aplikasi dr. Afif

Akses cepat & offline di layar HP

✨ Menu Pilihan